Jumat, 26 Mei 2017

Bocah tua bertopeng













Sih bocah tua sedang menengada, menghasut,
merendah dengan topengnya,
Mengukir bijak dengan kata indah
Memamerkan janji manis yang terbungkus rapi
Mengauk-ngauk bagaikan sang jagoan
Berteriak bahwa dialah yang paling benar

Sih bocah tua itu berhasil
Memperdaya sang pendengar yang buta hati tertutup kain putih
yang menghitam
Telinga yang dulu besar kini menjadi sempit
tertutup rapat oleh aslinya
Mulut yang dulu kecil kini menjadi besar

Apa yang diharapkan kini telah sirna entah kemana
Harapan menjadi dusta
kehidupan yang kami alami
hanya menelan janji-janji manis oleh bocah tua bertopeng.


Surabaya, 26 Mei 2017

Mekar digugurkan


Sekuntum mawar merah telah digugurkannya,
mencampakannya hingga semerbakpun tak tercium lagi.
Memanipulasi fakta menjadi dusta,
memputarbalikan keadaan hingga terjatuh dalam lubang penindasan

Tongkat penjerat seakan tak mampu menahan,
diam dan tak mampu berdiri pada tempatnya.
Senjata yang dipakai menikam banyak orang,
hingga mereka pun lupa apa yang diperbuatnya.



Surabaya, 10 Mei 2017

Daerah yang Maju memerlukan Rakyat Cerdas




Warga harus memonitori terus serta menuntut kepada kandidat,
apa yang akan diperbuatnya sehingga layak dijadikan pemimpin
pilkada adalah ajang untuk mengoreksi bukan ajang saling mengadu domba
pilkada adalah ajang untuk warga menyiapakan diri agar dapat memilih orang yang pantas dijadikan pemimpin.
pilkada seharusnya sebagai ajang untuk warga melihat siapa yang benar-benar dan siapa yang hanya ingin membesar diri.
jadi periksa dan kenali lagi para kandidat lebih dekat, apa yang telah diperbuatnya dan sejauh mana mampu berpikir dengan bijak, dan bagaimana cara kandidat untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi di daerah bukan hanya banyaknya daftar program yang ditawarkan.

Ingatlah ,
Kemajuan daerah tergantung pada warganya.
Jadilah warga yang cerdas dan bijak.



Tabe hormat

Surabaya, 26 Mei 2017

Rabu, 24 Mei 2017



Surabaya, 24 Mei 2017
Evav ku.


Keasrihanmu memikat mata yang memandang,
sunyi tak terganggu oleh kemacetan kota yang padat
Engkau memanjakan setiap orang yang mengenalmu,
tak henti-hentinya kau membuatku rindu

Engkau yang terlihat kecil di dalam lembar peta
Namum menyimpan berjuta mutiara dalam palungan
Semerbakmu selalu tercium olehku
Bahkan hampir ke seluru penjuru bumi

Aku bangga denganmu,
Engkau mengajarkan kami banyak hal.
Tentang arti persaudaraan, dan hidup yang benar
Namamu kan selalu terukir manis dan tersimpan rapi dalam memori

Aku cinta padamu, Evav ku.